- Manajemen Mau Print Sampaikan Permohonan Maaf, Kasus Dugaan Pencurian Bergulir
- Festival Al-Azhom Wadah Menumbuhkan Nilai Islam bagi Generasi Muda Kota Tangerang
- Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Dorong Efektivitas Penggunaan Anggaran
- DPRD Kota Tangerang Soroti Perlintasan Kereta Maulana Hasanuddin, Usulkan Flyover
- Wakil Ketua DPRD: Geliat Investasi dan Pertumbuhan Usaha di Cipondoh Jadi Sinyal Positif Penguatan Ekonomi Daerah
- Anggaran Rp 150 Miliar untuk PSEL Mandiri, DPRD Kota Tangerang Beri Dukungan
- Ketua DPRD Kota Tangerang Optimistis Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026
- Ketua DPRD Kota Tangerang Apresiasi Penurunan Stunting, Dorong Penguatan Program Pencegahan dari Hulu ke Hilir
- Ketua DPRD Kota Tangerang Pastikan SPMB Berjalan Transparan, Sekolah Swasta Jadi Alternatif Lewat Program Gampang Sekolah
- DPRD Kota Tangerang Apresiasi Prestasi Tim Basket POPDA XII Banten
Perum Bulog Akan Melepas 570 Ribu Ton Beras Dalam 2 Bulan Kedepan

Keterangan Gambar : Sumber Poto : bisnis com
kanalniaga.com, JAKARTA – Perum Bulog akan melepas sekitar 570.000 ton cadangan beras pemerintah (CBP) dalam 1-2 bulan ke depan untuk kegiatan stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau operasi pasar guna menekan lonjakan harga beras.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk membanjiri seluruh pasar dengan beras Bulog. Menurut Arief, saat ini stok beras yang ada di Bulog sebanyak 370.000 ton dan akan bertambah 200.000 ton pada Februari ini.
“Artinya, sampai 1-2 bulan ke depan ini stok beras di Bulog harus distribusikan dan dihabiskan karena panen raya akan berlangsung pada akhir Februari, Maret, dan April,” ujar Arief saat melakukan pemantauan SPHP di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya (FS), Jumat, (3/2/2023).
Baca Lainnya :
Arief menuturkan, sesuai arahan Presiden untuk mempercepat operasi pasar secara masif se-Indonesia, Bapanas juga telah menugaskan Bulog menggelontorkan beras yang masuk ke pasar-pasar di seluruh wilayah di Indonesia.
Bulog pun sejak awal telah merencanakan kedatangan 500.000 ton beras impor tidak di satu titik, tetapi tersebar di beberapa pelabuhan supaya mempercepat pembongkaran dan distribusi.
“Salah satunya di wilayah Jawa Timur. Paralel untuk wilayah Jatim sudah dikoordinasikan dengan Gubernur Jatim dan Bulog Wilayah Jatim untuk mulai SPHP masif hari ini. Bulog sendiri sudah siap gelontorkan 49.000 ton. Operasi pasar ini terus kita lakukan sebagai bridging menunggu panen raya pada akhir bulan Februari, Maret, dan April,” paparnya.
Pantesan Harga Tetap Tinggi Arief juga kembali menegaskan, Bulog mendapatkan penugasan menyerap sebanyak 2,4 juta ton beras pada 2023. Sebanyak 70 persen dari 2,4 juta akan dipenuhi pada semester pertama saat panen raya, sedangkan 30 persennya dipenuhi pada semester kedua.
Dari 2,4 juta ton tersebut, Arief berujar, 1,2 juta ton untuk stabilisasi sehingga ditargetkan pada akhir tahun stok Bulog mencapai sekitar 1 juta ton. “Setelah ini dihabiskan, siap-siap perencanaan untuk offtake.
Proses berikutnya adalah melakukan serapan sehingga produksi dari petani di panen raya ini bisa memiliki harga yang baik. Biasanya saat panen raya itu, yang lebih dulu akan diisi adalah rumah tangga petani dan penggilingan padi. Bulog menjadi standby buyer agar harganya baik,” ujarnya.
Adapun, harga beras terpantau masih tinggi. Dilansir dari Panel Harga Badan Pangan Nasional pada Jumat (3/1/2023) pukul 10.00 WIB, beras premium naik 1,35 persen (Rp180) jadi Rp13.470 per kilogram (kg) dibandingkan pekan lalu dan beras medium naik 0,51 persen (Rp60) jadi Rp11.270 per kg.(**)
Artikel ini disadur dari Bisnis.com dan telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Redam Lonjakan Harga, Bulog Bakal Gelontorkan 570.000 Ton Beras dalam 2 Bulan", Author: Indra Gunawan, Editor : Denis Riantiza Meilanova.










