- Dadan Hindayana kepala BGN jadi tersangka korupsi
- Reuni Akbar Lintas Generasi Akan digelar IKAL SMANIC Tangerang
- Wow, Truk Sampah DLHK Kab.Tangerang Menunggak Pajak 12 Tahun
- DPRD Kota Tangerang Matangkan Raperda Keolahragaan Wujudkan Sport City
- Ketua DPRD Kota Tangerang Terima Kunjungan BPSK Banten WKP 1, Perkuat Sinergi Perlindungan Konsumen
- Pelatihan Pelatih Marching Band Kota Tangerang, Andri S. Permana Tekankan Nilai Pancasila
- DPRD Dukung Pengembangan Talenta dan Karakter Pelajar Melalui Gebyar Talenta Siswa 2026 Provinsi Banten
- DPRD Kota Tangerang menyambut baik hadirnya layanan BPJS Kesehatan di UPT RSUD Benda
- DPRD Kota Tangerang Dorong Keterlibatan Orang Tua dalam Pembinaan Atlet Basket Pelajar
- Wakil Ketua DPRD Bersama Tim Peduli Banjir Aceh Kunjungi Wilayah Terdampak Banjir
Anggota Komisi IV Sebut Pembangunan Tandon Air Sebagai Solusi Atasi Banjir

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Bagus Triyanto.
Kanalniaga com, Kota Tangerang-Pembangunan tandon air yang berfungsi sebagai penampung limpahan air saat turun hujan diyakini dapat menjadi solusi dalam mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di Kota Tangerang.
Pernyataan tersebut disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerang, Bagus Triyanto. Menurutnya, banjir merupakan masalah klasik yang rutin terjadi saat musim penghujan tiba.
Baca Lainnya :
- Andri Permana Desak Pemkot Tunda Pemilihan RT/RW hingga Terbit Perwal Baru0
- DPRD Kota Tangerang Dorong Inovasi Ekonomi Kreatif dan Perbaikan Layanan Publik di 20260
- APBD 2026 Disetujui, DPRD Dorong Peningkatan Kesejahteraan P3K Penuh Waktu0
- Wakil Ketua II DPRD Dorong Penguatan Kapasitas Guru Ngaji di Kecamatan Tangerang0
- Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangerag Soroti Permasalahan Sampah0
Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, pembangunan tandon sudah saatnya dilakukan oleh Pemkot Tangerang guna menjawab keluhan masyarakat soal banjir.
“Perlu segera dilakukan kajian kaitan pembangunan tandon. Setidaknya terdapat sembilan titik banjir yang cukup parah tersebar di Kota Tangerang. Banjir menjadi permasalahan klasik yang memerlukan perhatian khusus. Mesti segera dibahas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” terangnya.
Bagus menilai ada fenomena pada masyarakat dan pejabat Kota Tangerang yang kelihatannya tampak serius saat terjadi genangan atau banjir. Namun terkesan santai saat bukan musim penghujan kemudian terjadi banjir.
“Beberapa wilayah yang menjadi langganan banjir, membutuhkan tendon yang berfungsi sebagai penampung air hujan. Apabila dalam tiga tahun pemkot mampu membangun satu tendon, maka genangan air dapat diminimalisir di sejumlah daerah dalam beberapa dekade ke depan,” terang Bagus.
Bagus menjelaskan, lahan fasos-fasum bisa saja dimanfaatkan untuk lokasi pembangunan tandon. Apabila dirasa kurang luas, maka bisa dilakukan belanja lahan untuk realisasi proyek.
“Terkait berapa luas ideal penyediaan lahan tendon, maka dapat disesuaikan dengan luas wilayah banjir dan volume air di wilayah tersebut. Penting untuk secepatnya merumuskan dan merealisasi anggaran pembangunan tandon. Agar tidak ada lagi keluhan genangan air dan banjir ,” imbuh Bagus.(**)











