Ketua DPRD Kota Tangerang Apresiasi Penurunan Stunting, Dorong Penguatan Program Pencegahan dari Hulu ke Hilir

By Suma 14 Jun 2026, 16:46:39 WIB Tangerang Kota
Ketua DPRD Kota Tangerang Apresiasi Penurunan Stunting, Dorong Penguatan Program Pencegahan dari Hulu ke Hilir

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam


Kanalniaga.com, Kota Tangerang-Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Tangerang dalam menekan angka stunting yang hingga saat ini menunjukkan tren positif. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak yang secara konsisten menjalankan program pencegahan dan penanganan stunting di tengah masyarakat.

Rusdi mengatakan, Kota Tangerang saat ini menjadi salah satu daerah yang mampu menunjukkan capaian baik dalam upaya menurunkan prevalensi stunting. Berdasarkan data dan evaluasi yang dilakukan pemerintah, angka stunting terus mengalami penurunan secara signifikan.

“Alhamdulillah, prevalensi stunting di Kota Tangerang saat ini tergolong baik. Kita semua sudah memiliki komitmen yang sama untuk menekan angka stunting dan hasilnya sudah terlihat dari data yang ada. Penurunannya cukup signifikan dan program-program yang dijalankan juga terbukti efektif,” ujar Rusdi, Minggu, 14 Juni 2026.

Baca Lainnya :

Menurutnya, capaian tersebut tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Upaya pencegahan harus terus diperkuat agar tidak muncul kasus-kasus baru dan target penurunan stunting dapat terus tercapai pada tahun-tahun mendatang.

“Kita berharap ke depan laju stunting bisa terus ditekan. Bukan hanya mengurangi angka yang ada saat ini, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru sehingga persoalan stunting dapat diselesaikan secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.

Rusdi menjelaskan, penanganan stunting tidak bisa hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak semata. Menurutnya, faktor lingkungan dan kondisi tempat tinggal juga memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

Karena itu, DPRD Kota Tangerang mendukung berbagai program yang menyentuh langsung akar persoalan stunting, termasuk program peningkatan kualitas hunian bagi masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga berisiko stunting.

“Hari ini kita juga mendorong sejumlah program pendukung, salah satunya program bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diprioritaskan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori stunting maupun keluarga berisiko stunting. Ini menjadi salah satu alternatif penyelesaian yang cukup penting,” jelasnya.

Ia menilai, upaya perbaikan rumah dan lingkungan tempat tinggal merupakan bagian dari strategi penanganan stunting yang harus dilakukan secara terpadu bersama intervensi kesehatan dan pemenuhan gizi.

“Penanganan stunting tidak cukup hanya berbicara soal makanan tambahan atau pemenuhan gizi. Kita juga harus melihat kondisi tempat tinggalnya, sanitasi lingkungannya, akses air bersihnya, hingga kualitas rumah yang dihuni keluarga tersebut. Karena itu, program RTLH menjadi salah satu prioritas yang sangat relevan dalam mendukung percepatan penurunan stunting,” ungkap Rusdi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPRD Kota Tangerang akan terus mendukung berbagai kebijakan dan program yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, balita, dan keluarga prasejahtera.

“Pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Kota Tangerang. Kita ingin menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Karena itu, seluruh program yang mendukung peningkatan kualitas kesehatan, gizi, dan lingkungan hidup masyarakat harus terus diperkuat,” tuturnya.

Rusdi berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat dapat terus terjalin dengan baik sehingga target mewujudkan Kota Tangerang bebas stunting dapat tercapai.

“Dengan kolaborasi yang kuat dan program yang tepat sasaran, kami optimistis angka stunting di Kota Tangerang dapat terus ditekan. Ini menjadi tanggung jawab bersama demi menyiapkan generasi penerus yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.(**)