- Hadapi Kemarau Panjang, Komisi III Minta Pemkot Tangerang Perkuat Mitigasi dan Jaga Ketahanan Pangan
- DPC Hiswana Migas Tangerang Raya Gelar Muscab VI 2026
- Pemilik Pangkalan Gas LPG, Resmi Adukan Oknum LSM Ke Polresta Tangerang
- Manajemen Mau Print Sampaikan Permohonan Maaf, Kasus Dugaan Pencurian Bergulir
- Festival Al-Azhom Wadah Menumbuhkan Nilai Islam bagi Generasi Muda Kota Tangerang
- Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Dorong Efektivitas Penggunaan Anggaran
- DPRD Kota Tangerang Soroti Perlintasan Kereta Maulana Hasanuddin, Usulkan Flyover
- Wakil Ketua DPRD: Geliat Investasi dan Pertumbuhan Usaha di Cipondoh Jadi Sinyal Positif Penguatan Ekonomi Daerah
- Anggaran Rp 150 Miliar untuk PSEL Mandiri, DPRD Kota Tangerang Beri Dukungan
- Ketua DPRD Kota Tangerang Optimistis Pertahankan Gelar Juara Umum POPDA dan PEPARPEDA 2026
DPRD Berikan Arahan Pemkot Tangerang dalam Pembahasan RPJMD

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo
KANALNIAGA COM, KOTA TANGERANG-Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo menyampaikan tiga saran kepada Pemerintah Kota Tangerang dalam melakukan pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
“Pertama perencanaan berbasis manajemen resiko, pastikan penajaman RPJMD ini membahas analisa resiko dan pola mitigasinya, jangan sampai situasi ekonomi yang berubah kita ga siapkan akhirnya dampaknya besar ke warga Kota Tangerang, tetapi kalau sudah siapkan kita sudah antisipatif, harapannya dampaknya tidak terlalu besar dalam rangka pencapaian visi Kota Tangerang,” ungkapnya.
Kedua saat melaksanakan RPJMD, Arief berharap Pemkot melakukan transformasi.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Dorong Ormas Ikut Berperan Membangun Kota Tangerang0
- Anggota Legislatif dan Pemkot Tangerang Dukung Pemberantasan Premanisme0
- Wakil Ketua DPRD Dorong Pemkot Tangerang Evaluasi Penanganan Banjir0
- Wakil Ketua DPRD Dorong Pemkot Tangerang Evaluasi Penanganan Banjir0
- Kota Tangerang Raih WTP ke-18, Wakil Ketua DPRD: Capaian yang Luar Biasa0
“Jadi kita ini sekarang harus melihat mana proses yang harus diperbaiki dan dipangkas, mana birokrasi yang perlu disederhanakan, dan cara kerja yang harus diperbaiki, transformasi butuh 3 komponen yaitu people, process dan tools, kita harus mengubah SDM, mengubah proses kerja dan melibatkan teknologi untuk daya dukung,” ujarnya.
Ketiga, dari cara mengevaluasi RPJMD. Arief meminta evaluasi RPJMD tidak berbasis administratif tetapi substantif.
“Hasil pembangunan harus merepresentasikan apa yang dirasakan oleh masyarakat,” tandasnya. (**)











